Last Updated on November 2, 2026 by Rei Nata
Ringkasan singkat: Spot wisata religi di Pacitan yang paling layak dikunjungi adalah Masjid Agung Darul Falah, Masjid Apung Pancer Door, Makam Ki Ageng Petung, Pondok Pesantren Tremas, dan Goa Kalak. Tiga spot pertama berada di wilayah Kecamatan Pacitan sehingga mudah digabung dalam satu hari, sedangkan Tremas dan Goa Kalak sebaiknya dijadwalkan terpisah.
Mencari spot wisata religi di Pacitan yang menenangkan sekaligus kaya cerita sejarah? Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini tidak hanya terkenal dengan pantai dan gua. Di sini ada masjid agung di Jalan Imam Bonjol, masjid yang berdiri di atas air muara sungai, makam tokoh penyebar Islam, hingga pesantren tua yang melahirkan ulama berpengaruh. Artikel ini membahas lima destinasi pilihan lengkap dengan lokasi, daya tarik, dan tips berkunjung.
Artikel ini cocok untuk Anda yang sedang menyusun itinerary wisata religi ke Pacitan, baik bersama keluarga, rombongan pengajian, maupun komunitas.
Mengenal Wisata Religi di Pacitan
Wisata religi adalah perjalanan ke tempat-tempat bernilai spiritual dan historis, seperti masjid, makam tokoh agama, maupun lembaga pendidikan keagamaan. Tujuannya bukan sekadar berfoto, melainkan mengambil hikmah, memperdalam keimanan, dan mengenal jejak dakwah di sebuah daerah.
Pacitan punya modal yang kuat untuk jenis wisata ini. Media lokal menyebut Pacitan sebagai ibu kota prasejarah yang diapit pengaruh tiga peradaban besar di tanah Jawa, yaitu Surakarta, Yogyakarta, dan Majapahit. Perpaduan sejarah panjang itulah yang membuat wisata religi Pacitan terasa beragam, dari masjid modern yang ramai jemaah sampai situs kuno yang sarat cerita tutur.
5 Spot Wisata Religi di Pacitan
1. Masjid Agung Darul Falah
Masjid Agung Darul Falah (MADF) berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Pacitan, dan menjadi masjid agung kebanggaan warga kabupaten ini. Kapasitasnya terlihat saat hari besar keagamaan. Pada Salat Idul Adha 2022, ribuan jemaah memadati masjid hingga meluber ke halaman, sebagaimana dilaporkan detikJatim.
Nilai lebih masjid ini ada pada perannya sebagai ruang sosial dan pendidikan. Sebuah studi di jurnal Almubin (2025) oleh peneliti IAI Muhammadiyah Pacitan mengkaji upaya MADF menjadi masjid yang ramah perempuan dan lansia. Hasilnya menunjukkan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga ruang belajar dan kegiatan masyarakat.
Cocok untuk: wisatawan yang ingin singgah salat berjamaah, rombongan keluarga dengan anggota lansia, dan pengunjung yang mencari titik awal wisata religi di Pacitan.
Tips: hindari mengunjungi bagian utama masjid saat waktu salat jika Anda hanya ingin melihat-lihat, dan jaga kesopanan berpakaian.
2. Masjid Apung Pancer Door
Inilah spot yang paling fotogenik dalam daftar tempat wisata religi di Pacitan. Masjid Apung Pancer Door berada di kawasan Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, dan berdiri di atas air muara Sungai Grindulu. Letaknya berhadapan dengan pantai di tepi Samudra Hindia sehingga panoramanya terasa istimewa.

Menurut ulasan Good News from Indonesia, gagasan pembangunannya datang dari ulama lokal sebagai ikon wisata religi sekaligus penanda spiritual bagi masyarakat pesisir. Mengutip laman Setda Pacitan, masjid ini menjadi tempat favorit di sore hari untuk berfoto, merenung, atau sekadar beristirahat setelah berkeliling kawasan pantai.
Cocok untuk: pencinta fotografi, keluarga yang ingin menggabungkan salat dengan pemandangan pantai, dan wisatawan yang mencari suasana senja.
Tips: datang menjelang sore, tetapi tetap sisakan waktu sebelum Magrib agar Anda dapat ikut salat berjamaah dengan tenang.
3. Makam Ki Ageng Petung
Bagi Anda yang menyukai wisata ziarah, Pesarean Ki Ageng Petung di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, layak dikunjungi. Tokoh ini dikenal sebagai salah satu penyebar Islam di kawasan Pacitan. Menurut TIMES Indonesia, makamnya tetap terawat dan rutin diziarahi warga hingga sekarang.
Prasasti pemugaran mencatat bahwa kompleks makam ini diresmikan pada 16 September 1985, bertepatan dengan 1 Muharram 1406 H, oleh Bupati Pacitan saat itu, Mochtar Abdul Kadir. Berdasarkan tutur warga setempat, dakwah Ki Ageng Petung dijalankan dengan keteladanan dan cara damai, sehingga ajaran Islam diterima masyarakat tanpa gejolak besar. Peziarah pun datang dari berbagai daerah, dan warga sekitar rutin menggelar doa bersama.
Cocok untuk: peziarah, peminat sejarah lokal, dan rombongan pengajian yang ingin mengenal jejak dakwah awal di Pacitan.
Tips: ziarahlah dengan tata krama yang baik, jaga ketenangan, dan ikuti arahan juru kunci atau pengurus makam setempat.
4. Pondok Pesantren Tremas
Pondok Pesantren Tremas di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, adalah salah satu pesantren tertua di Pacitan. Pesantren ini didirikan pada 1830 oleh KH Abdul Manan Dipomenggolo, dan desanya berjarak sekitar 11 km ke arah utara dari Kota Pacitan. Kisah panjangnya menjadikan Tremas sebagai pusat perkembangan Islam di kawasan Pacitan.

Nama Tremas mendunia berkat Syekh Mahfudz at-Tarmasi, cucu pendiri pesantren. Ia lahir di Tremas pada 1842, menimba ilmu hingga ke Makkah, dan wafat di sana pada 1920. Nisbat “at-Tarmasi” dalam namanya merujuk langsung pada desa kelahirannya ini.
Cocok untuk: wisatawan yang tertarik pada sejarah keilmuan Islam Nusantara dan rombongan yang ingin bersilaturahmi dengan lingkungan pesantren.
Tips: Tremas adalah lembaga pendidikan yang aktif, bukan objek wisata komersial. Hubungi pengurus pondok terlebih dahulu, datang dengan sopan, dan hormati jadwal kegiatan santri.
5. Goa Kalak
Goa Kalak menawarkan nuansa yang berbeda: wisata sejarah dan budaya Jawa dengan aura spiritual. Gua ini berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, sekitar 8 km dari Goa Gong, tepatnya di jalur menuju Pantai Klayar. Pesonanya bukan pada stalaktit dan stalagmit, melainkan pada kisah yang menyertainya.
Menurut juru kuncinya, Tugiman atau Mbah Manrejo, yang menjaga gua sejak 1965, tempat ini dahulu dipakai bersemedi oleh Raden Brawijaya I dari Majapahit. Ia juga menyebut Goa Kalak lebih tua dibanding Goa Gong. Cerita ini merupakan tutur lisan, sehingga sebaiknya Anda memandangnya sebagai bagian dari kekayaan cerita rakyat setempat.
Cocok untuk: wisatawan budaya dan sejarah yang melewati rute Goa Gong–Klayar dan ingin singgah sebentar.
Tips: laporan media tahun 2021 menyebut kondisi gua kurang terawat, jadi tanyakan kondisi terbaru ke warga sekitar sebelum berkunjung. Sebagai pengunjung Muslim, tetaplah berhati-hati dan tidak mengikuti praktik ritual yang bertentangan dengan keyakinan Anda.
Rute dan Tips Berkunjung ke Wisata Religi Pacitan
Susun Rute Berdasarkan Kecamatan
Agar perjalanan efisien, kelompokkan spot berdasarkan wilayahnya. Hari pertama, Anda dapat memulai dari Masjid Agung Darul Falah, lanjut berziarah ke Makam Ki Ageng Petung, lalu menutup hari di Masjid Apung Pancer Door saat sore. Ketiganya berada di Kecamatan Pacitan.
Hari kedua, alokasikan untuk Pondok Pesantren Tremas di arah utara, atau untuk Goa Kalak jika Anda memang menuju kawasan Donorojo, Goa Gong, dan Pantai Klayar. Pemisahan ini membuat perjalanan lebih santai dan tidak terburu-buru.
Etika dan Persiapan
- Kenakan pakaian sopan dan tertutup, terutama di masjid, makam, dan pesantren.
- Pastikan jam operasional, aturan kunjungan, dan akses terbaru dengan menghubungi pengelola setempat atau Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan.
- Bawa uang tunai pecahan kecil untuk parkir, infak, atau keperluan di lokasi.
- Jaga ketenangan, jangan merekam atau memotret area yang dilarang.
- Atur jadwal agar tidak bertepatan dengan waktu salat bila ingin berkeliling.
Butuh Itinerary Siap Pakai?
Jika Anda ingin perjalanan yang lebih praktis, tersedia paket wisata dengan transportasi dan pemandu lokal. Lihat paket wisata Pacitan kami atau konsultasikan itinerary wisata Pacitan Anda.
FAQ Wisata Religi di Pacitan
Apa saja spot wisata religi di Pacitan yang populer?
Lima spot yang bisa Anda kunjungi adalah Masjid Agung Darul Falah, Masjid Apung Pancer Door, Makam Ki Ageng Petung, Pondok Pesantren Tremas, dan Goa Kalak. Kelimanya mewakili ragam wisata religi, mulai dari masjid, ziarah makam, pesantren bersejarah, hingga situs budaya bernuansa spiritual.
Di mana letak Masjid Agung Darul Falah Pacitan?
Masjid Agung Darul Falah berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Pacitan, Jawa Timur. Selain untuk ibadah, masjid ini berfungsi sebagai ruang sosial dan pendidikan masyarakat, dan ramai dikunjungi jemaah, terutama pada hari besar keagamaan seperti Idul Adha.
Masjid Apung Pancer Door ada di mana?
Masjid Apung Pancer Door berada di kawasan Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. Bangunannya berdiri di atas air muara Sungai Grindulu dan menghadap kawasan pantai di tepi Samudra Hindia, sehingga sangat populer sebagai tempat menikmati senja.
Kapan waktu terbaik mengunjungi wisata religi di Pacitan?
Untuk Masjid Apung Pancer Door, sore hari menjadi waktu favorit pengunjung karena suasananya teduh dan pemandangannya indah. Untuk masjid, makam, dan pesantren, pilih waktu di luar jam salat agar kunjungan Anda tidak mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan warga setempat.
Apakah wisata religi Pacitan bisa digabung dengan wisata alam?
Bisa. Masjid Apung Pancer Door berada di kawasan pantai, sedangkan Goa Kalak terletak di jalur menuju Pantai Klayar, sekitar 8 km dari Goa Gong. Dengan pengaturan rute yang tepat, Anda dapat menggabungkan ziarah dan ibadah dengan wisata pantai maupun gua dalam satu perjalanan.
Apakah ada tiket masuk ke wisata religi di Pacitan?
Informasi tarif resmi dapat berbeda di tiap lokasi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya konfirmasi langsung kepada pengelola atau Dinas Pariwisata setempat, dan siapkan uang tunai kecil untuk parkir atau infak sukarela, terutama saat mengunjungi makam dan tempat ibadah.
Kesimpulan
Pacitan menyimpan banyak spot wisata religi yang layak dijelajahi: Masjid Agung Darul Falah yang ramai dan inklusif, Masjid Apung Pancer Door yang memesona di atas muara, Makam Ki Ageng Petung sebagai jejak dakwah awal, Pondok Pesantren Tremas yang melahirkan ulama dunia, serta Goa Kalak yang kaya kisah Majapahit. Dengan rute yang tepat dan sikap hormat, perjalanan Anda akan terasa menenangkan sekaligus penuh makna.
Mulailah dari tiga spot di Kecamatan Pacitan, lalu tambahkan Tremas atau Goa Kalak sesuai waktu Anda. Jangan lupa memastikan informasi terbaru sebelum berangkat, karena jam kunjungan dan kondisi lokasi dapat berubah.
